Mencegah Kekerasan, Imparsial Sarankan Penggunaan Body Cam di Kepolisian

JAKARTA – Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mengungkapkan bahwa Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo perlu mewujudkan penggunaan body cam atau kamera badan yang dipasang pada anggota Polri saat bertugas untuk memastikan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.
“Kamera badan (body cam) diperlukan sebagai deterrence guna mencegah pelanggaran, termasuk penggunaan kekuatan berlebihan,” ungkap Ardi
Meskipun reformasi kepolisian pasca-1998 telah menghasilkan beberapa capaian positif, seperti pemisahan TNI/Polri dan pembentukan lembaga pengawas Kompolnas RI, ada sejumlah agenda reformasi yang masih belum terlaksana.
Salah satunya adalah menghapus kultur kekerasan di tubuh kepolisian.
Belakangan, masyarakat dikejutkan dengan sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan polisi, mulai dari insiden penembakan antar polisi hingga penembakan terhadap warga sipil.
“Menjelang hari HAM saja, Imparsial mencatat ada dua peristiwa excessive use of force (penggunaan kekuatan yang berlebihan) yang menjadi perhatian publik, yaitu kasus penembakan di Semarang dan di Lampung Timur,” ujar Ardi.
Kedua peristiwa tersebut menyebabkan tewasnya dua warga sipil.
Untuk itu, Ardi menegaskan bahwa pimpinan Polri harus mengubah kultur kekerasan di tubuh kepolisian.
“Pada titik ini, dalam jangka pendek, Kapolri harus menindak tegas dan mengusut pidana para pelaku secara transparan dan akuntabel,” tuturnya.
Ardi juga menyarankan Kapolri untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh izin penggunaan senjata api oleh anggota Polri.
Evaluasi tersebut bisa berupa tes mental dan psikologi secara berkala kepada seluruh anggota kepolisian, tanpa terkecuali.
“Hasil tes mental dan psikologi yang dilakukan tersebut harus dijadikan dasar apakah anggota kepolisian tersebut diperkenankan menggunakan senjata api atau tidak,” ungkap Ardi.
Selain itu, untuk mencegah terulangnya insiden fatal akibat penggunaan senjata api, Ardi berpendapat bahwa Polri perlu mempertimbangkan pengurangan penggunaan senjata api dan menggantinya dengan senjata kejut listrik (taser) yang lebih aman. (YK/dbs)



